12 Fakta seks zaman dulu yang jarang diketahui orang, poin terakhir "nendang" banget

Image result for background imageImage result for background imageImage result for background image





Liga Utama ~ Seks adalah hal yang sejak awal ada di dalam kebudayaan manusia. Sekalipun beberapa orang menganggap topik satu ini masih tabu untuk dibicarakan, harus diakui bahwa beberapa fakta seks zaman dulu dan seks di zaman sekarang memiliki kaitan erat satu sama lain.

Seperti halnya teknologi yang mengalami perkembangan, seks pun berevolusi dalam berbagai hal. Sekalipun sama-sama diperlakukan tabu di masanya, nyatanya dokumentasi tentang fakta seks berikut ini tetap menarik untuk disimak.
Berikut 15 fakta seks zaman dulu yang perlu Anda tahu:

1. Dikelitikin supaya bisa bergairah


Permaisuri Rusia di abad 18 yang bergelar Yang Mulia Catherine punya tradisi unik untuk membuatnya bergairah sebelum berhubungan seks. Dia akan meminta pegawainya untuk menggelitiki kakinya lebih dulu.

Bahkan, para bangsawan seperti Anna Leopoldovna juga punya pegawai khusus yang ditugaskan khusus menggelitiki kakinya. Pekerjaan itu dilakukan untuk membuat mereka jadi lebih menikmati seks dengan suami mereka.

2. Sex toys untuk lelaki




Alat bantu seks untuk lelaki ini terbuat dari bulu mata domba alami. Fungsinya untuk menunda ejakulasi.

Sex toys ini ada sejak  Era Jin dan Song di China pada tahun 1200-an. Bulu mata domba pada alat ini dipercaya berkhasiat untuk menstimulasi penis pria.

3. Dildo ‘alami’




Orang zaman dulu tak perlu koar-koar ‘back to the nature’ untuk dapat memanfaatkan apa yang ada di alam. Mereka bisa memanfaatkan alam sekitarnya untuk apapun.
Di pelajaran sejarah jaman SD, guru sering bilang bahwa di zaman megalithikum, manusia purba menggunakan batu sebagai alat untuk berburu dan meramu.

Namun yang guru sejarah tak katakan pada muridnya adalah ternyata batu pun dimanfaatkan sebagai dildo. Penggunaannya sama seperti dildo di zaman sekarang, yaitu dimasukkan ke dalam vagina untuk kepuasan seksual.

4. Pesta dan pacaran a la anak muda Eropa jaman dulu



para anak muda Paris senang sekali datang ke pesta secara sembunyi-sembunyi. Mereka akan menari, berkenalan dengan lawan jenis, berciuman, berpelukan, dan saling menyentuh (petting) tanpa melakukan hubungan seksual.

Buku karya Beatrice Burton ini adalah salah satu fiksi yang mengabadikan gaya hidup anak muda zaman dulu. Termasuk penentangan mereka terhadap tradisi sopan santun a la generasi tua yang dianggap tak asyik oleh anak muda.

5. Pornografi zaman dulu




Siapa bilang pornografi baru ada di zaman sekarang? Zaman dulu sekitar 100 tahun lalu pun pornografi sudah diproduksi dalam bentuk foto sederhana, lukisan, maupun dalam karya sastra.

Bahkan gambar porno pun didistribusikan secara sembunyi-bunyi lewat kartu pos dan transaksi pribadi. Para artis spesialis gambar porno pun bisa hidup dari menjual karyanya.

Pose pornografinya pun beragam. Tak hanya lelaki dan perempuan, pornografi sesama jenis dengan berbagai pose seks pun laris manis.

Jadi Parents, kalau merasa jaman sekarang lebih gila pornografinya dari jaman dulu, pikir ulang ya. Orang zaman dulu pun banyak yang seperti ini.

6. Stres berat? Maka dokter akan ‘mengobatinya’ dengan pijat


Wanita era Victorian di Eropa sering merasa stres dengan adanya kultur masyarakat yang menjadikan perempuan sebagai warga negara kedua setelah lelaki. Wanita yang tertekan secara mental akan pergi ke dokter untuk membuatnya lebih baik.
Di tempat praktek dokter tersebut, para wanita akan membuka celana mereka dan dokter akan memijat vaginanya. Proses pengobatan yang mirip dengan membantu wanita masturbasi ini konon membuat wanita merasa jadi lebih baik perasaannya.
Waduh, kalau di zaman sekarang masih kayak gitu, para dokter akan dituntut karena melakukan pelecehan seksual pada pasiennya ya. Untung di zaman sekarang, praktek seperti itu sudah tidak ada.

7. Buku panduan seks



Di abad 18, panduan seks untuk lelaki yang sedang mencari pekerja seks untuk ditiduri pun ada. Apalagi pelacuran adalah hal legal di Paris pada masa itu.

Di dalam buku ini ada tips bercinta, trik mendapatkan pekerja seks yang sesuai dengan kita, lokasi lokalisasi, hingga tarif para pekerja seks. Buku ini pun tiap tahun mengalami berbagai update dan revisi agar para lelaki tak salah pilih dalam urusan ‘esek-esek’ bersama para pekerja seks.

9. Pesta seks zaman dulu


Di tahun 1700an di Skotlandia, orang-orang bisa mendaftar jadi member pesta seks. Salah satu inisiasi member klub seks itu adalah, orang-orang harus mau minum dalam gelas berbentuk penis yang diedarkan dari satu orang ke orang lainnya





10. Koin khusus seks


Di jaman kerajaan Romawi, untuk mengatasi kendala bahasa, para prajurit menggunakan koin seks untuk bertransaksi. Di koin tersebut, ada pahatan posisi yang ingin dilakukan prajurit dengan pekerja seks pilihan mereka





11. Memalsukan keperawanan




Para wanita di abad pertengahan dituntut untuk menjadi gadis yang masih perawan sampai ia menikah. Tes keperawanan sering dilakukan sebelum pernikahan. 

Para wanita sering menggunakan trik khusus agar dapat melewati tes ini. Bahkan di malam pengantin pun, mereka akan pura-pura kesakitan sambil mengeluarkan darah palsu dari vaginanya.

Tak setuju dengan kecurangan yang dilakukan oleh perempuan? Masalahnya lelaki juga curang karena mereka tak pernah dites keperjakaannya.

12. Jasa pekerja seks 




Sering mendengar kata “Bung” untuk memanggil kerabat lelaki? Siapa sangka bahwa panggilan yang sempat disematkan jadi panggilan khas ke beberapa orang itu ternyata dicetuskan oleh para pekerja seks komersial.

Historia mencatat bahwa Affandi membuat poster propaganda untuk mengajak para pemuda untuk berjuang di garis perang. Dalam poster tersebut tertulis kata, “Boeng? Ayo Boeng.”

Hasil gambar untuk gambar galau
Load disqus comments

0 comments